Mengenal Karbon Monoksida, Gas yang Diduga Meracuni Jonghyun - Warta 24 Jawa Tengah
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Mengenal Karbon Monoksida, Gas yang Diduga Meracuni Jonghyun

Mengenal Karbon Monoksida, Gas yang Diduga Meracuni Jonghyun

Home Fashion Psikologi�������…

Mengenal Karbon Monoksida, Gas yang Diduga Meracuni Jonghyun

  • Home
  • Fashion
  • Psikologi
  • Parenting
  • Kecantikan
  • Kesehatan
  • Hobi
  • Tip & Trik
  • Home
  • Kesehatan
Mengenal Karbon Monoksida, Gas yang Diduga Meracuni Jonghyun Saturday, 6 January 2018 19:00:07 WIB | Wayan Diananto Mengenal Karbon Monoksida, Gas yang Diduga Meracuni Jonghyun (Depositphotos)

AURA.CO.ID - Tahun 2017 ditutup dengan kepergian salah satu personel SHINee, Jonghyun. Ia ditemukan tewas di apartemennya. Polisi menduga, Jonghyun bunuh diri dengan membakar briket batubara.

Briket yang terbakar menghasilkan gas karbon monoksida (CO). Paparan CO merenggut nyawanya. Kami ajak Anda mengenal bahaya di balik gas CO.

CO adalah gas yang terdiri satu atom karbon (C) dan satu atom oksigen (O). Staf pengajar Universitas Setia Budi Surakarta, dr. Ardian Ganda Sefri Ardianto (33) menjelaskan, gas ini tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak mengiritasi.

“Akan tetapi CO mudah terbakar, sangat beracun apabila terhirup manusia dan memasuki sistem peredaran darah. Saat CO masuk ke sistem peredaran darah, ia akan menggantikan posisi oksigen dalam berikatan dengan hemoglobin (Hb) darah. CO kemudian menyusup ke jantung, otak, dan organ vital manusia lainnya,” Ardian menerangkan di Jakarta, p ekan lalu.

Baca juga
  • Keracunan Karbon Monoksida Dianggap Menyenangkan karena Terasa Relaks
  • Depresi yang Dialami Jonghyun SHINee, Ajarkan Sunny SNSD Berpikir Lebih Positif
  • Jonghyun Shinee Depresi Berujung Bunuh Diri, Pakar: Dipengaruhi Dukungan Sosial
  • Trauma Masa Lalu Juga Menjadi Penyebab Jonghyun Shinee Bunuh Diri

Ikatan CO dan Hb dalam darah akan membentuk karboksil atau asam organik dalam tubuh. Spesialis penyakit dalam dari RSU Bunda Jakarta Pusat, dr. Erik Rohmando Purba, SpPD menyebut, terbentuknya karboksil menyebabkan dua hal. Pertama, oksigen kalah bersaing dengan CO sehingga kadar oksigen dalam darah menurun drastis. Seperti kita tahu, oksigen diperlukan dalam proses metabolisme tubuh. Keberadaan CO dalam darah menghambat metabolisme itu.

“Kedua, CO menghambat terjadinya proses respirasi atau oksidasi hemoprotein. D ampaknya, pembentukan energi tidak maksimal. Jika dibiarkan, setelah menyusup ke jantung, CO akan berikatan langsung dengan sel tulang lalu merembet ke sistem saraf. Saat CO menjangkau sel-sel saraf, gejala-gejala kematian timbul,” ungkap Erik kepada tabloid Bintang.

(wyn / gur)

Rekomendasi 3 Kiat Mudah Memotret Minuman Menggunakan Kamera Ponsel 3 Kiat Mudah Memotret Minuman Menggunakan Kamera Ponsel Ayu Laksmi Makan Bunga Cempaka, Kamboja, Melati, dan Kenanga Ayu Laksmi Makan Bunga Cempaka, Kamboja, Melati, dan Kenanga 4 Trik Agar Foto Makanan dan Minuman Ciamik Diambil dengan Kamera Ponsel 4 Trik Agar Foto Makanan dan Minuman Ciamik Diambil dengan Kamera Ponsel TERPOPULER Agar Ketidakcocokan dalam Rumah Tangga Tidak Beruju   ng pada Perceraian (bagian 2) Agar Ketidakcocokan dalam Rumah Tangga Tidak Berujung pada Perceraian (bagian 2) Rahasia Awet Muda Ayu Laksmi, Ibu Mawarni Suwono Pengabdi Setan Rahasia Awet Muda Ayu Laksmi, Ibu Mawarni Suwono Pengabdi Setan 4 Trik Agar Foto Makanan dan Minuman Ciamik Diambil dengan Kamera Ponsel 4 Trik Agar Foto Makanan dan Minuman Ciamik Diambil dengan Kamera Ponsel Keracunan Karbon Monoksida Dianggap Menyenangkan karena Terasa Relaks Keracunan Karbon Monoksida Dianggap Menyenangkan karena Terasa Relaks Agar Ketidakcocokan dalam Rumah Tangga Tidak Berujung pada Perceraian (bagian 1) Agar Ketidakcocokan dalam Rumah Tangga Tidak Berujung pada P erceraian (bagian 1) Sumber: Google News | Warta 24 Surakarta

Tidak ada komentar