WARTA 24 JATENG

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kinerja Pengawas jadi Perhatian

Posted by On 18.07

Kinerja Pengawas jadi Perhatian

Post Views: 102 Monitoring Jalan

MONITORING â€" Kabag Dalbang, A Handy Hakim, bersama DPU PR saat mendampingi tim provinsi memantau salah satu proyek jalan akses Dieng, November silam.

Pemkab Siapkan Bintek di 2018

Peran konsultan pengawas terbilang vital dalam mata rantai pelaksanaan kegiatan konstruks, terutama terkait kualitas hasil pekerjaan. Karena itu, Pemkab Batang bakal memberikan perhatian lebih terhadap kinerja mereka dalam mengawasi pelaksanaan proyek tahun ini.

“Peran konsultan pengawas ini sangat menentukan hasil akhir pekerjaan konstruksi. Maka sebuah proyek akan selesai atau gagal juga tak lepas dari peran pengawas,” kata Kabag Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setda Batang, A Handy Hakim S Sos, Jumat (5/1).

Penyataan itu terkait dengan hasil pela ksanaan kegiatan konstruksi tahun 2017 yang masih menyisakan beberapa proyek gagal sekaligus langkah-langkah yang akan diambil Tim Pengendalian Konstruksi Pemkab Batang untuk meminimalisir hal itu di tahun ini. Menurut Handy, kasus proyek gagal memang disebabkan banyak faktor.

“Ya salah satu faktornya adalah kualitas kinerja konsultan pengawas. Sebab merekalah yang memang bertugas mendampingi setiap waktu pelaksanaan pekerjaan di lapangan, termasuk melaporkan setiap perkembangannya ke PPKom,” terangnya.

Kata Handy, setidaknya ada tiga aspek yang menjadi obyek pengawasan konsultan pengawas, yakni menyangkut mutu, kelengkapan peralatan, dan ketersediaan SDM ahli. Acuannya, lanjut dia, adalah apa yang tertuang dalam dokumen penawaran saat penyedia jasa mengikuti proses pelelangan.

“Di dokumen penawaran itu kan penyedia jasa menyertakan dokumen menyangkut SDM ahli, dukungan peralatan, dan lainnya. Sayangnya, saat mereka menang lelang, kondisi di lapangan serin gkali tak sesuai dengan komitmen yang dituangkan di dokumen penawaran,” ujarnya.

Dia mencontohkan keharusan menyertakan SDM ahli yang mengantongi kompetensi ahli (SKA) maupun kompetensi teknis (SKT) untuk proyek dengan nilai kontrak di atas Rp 2 M dan cukup SKT untuk yang di bawah Rp 2 M.

“Kalau ternyata komitmen itu tak dipenuhi penyedia di lapangan, tugas konsultan pengawas adalah melaporkan ke PPKom. Selanjutnya PPKom bisa menghentikan sementara, tidak masalah, sampai pelaksana mau memenuhi kelengkapan itu,” tandas Handy.

Lanjut Handy, kurang optimalnya peran konsultan pengawas itu tak bisa dilepaskan dari fakta terbatasnya jumlah. Sementara jumlah paket konstruksi yang harus diawasi mencapai ratusan, persebaran konsultan di Batang sendiri sangat terbatas.

“Satu konsultan pengawas bisa mengawasi hingga 10 proyek, jadi nggak fokus. akhirnya yang stand by di lapangan cuma anak buah yang tidak paham mutu proyek. Kondisi ini membuka peluang pelaksa naan konstruksi menjadi kurang maksimal,” jelasnya.

Selain pengawas, Dalbang juga ikut menyoroti keterbatasan jumlah PPKom. Handy berharap setiap ASN yang telah lulus sertifikasi pengadaan untuk mau mengemban tugas sebagai PPKom. “Jadi jangan bebankan ke PPKom yang itu-itu saja, karena nanti beban mereka menumpuk, ujungnya pekerjaan juga bisa kurang optimal. Dua hal inilah yang coba kita benahi di tahun ini,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Sumber: Google News | Warta 24 Pekalongan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »