WARTA 24 JATENG

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Jembatan Kali Gosek Penghubung 4 Desa Ambles

Posted by On 21.31

Jembatan Kali Gosek Penghubung 4 Desa Ambles

Post Views: 77 Jembatan Kali Gosek

AMBLES â€" Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meninjau lokasi Jembatan Kali Gosek Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Sabtu kemarin. Jembatan penghubung dua kecamatan itu ambles dan terpaksa ditutup wargu untuk akses kendaraan.
MUHAMMAD HADIYAN

Bupati Pekalongan Secepatnya Melakukan Penanganan

Jembatan Kali Gosek Dukuh Jlubang, Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan sudah hampir dua minggu ditutup warga karena longsor. Akses utama penghubung dua kecamatan ini terpaksa diberi plang bambu lantaran daratan di sisi pondasi jembatan ambles hingga separoh jalan. Mobilitas masyarakat pun terganggu akibat kondisi tersebut.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyempatkan diri meninjau lokasi amble snya Jembatan yang menghubungkan empat desa di dua kecamatan tersebut. Kedatangan Bupati Asip Kholbihi ke lokasi jembatan ambles itu disambut beberapa warga setempat. Tak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kondisi tersebut.

Menurut Asip, jembatan yang menjadi wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) ini memang menjadi akses penting bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan penanganan secepatnya dengan berkoordinasi bersama BBWS.

“Saya akan secepatnya koordinasi dengan BBWS agar jembatan ini segera diperbaiki. Karena ini akses vital bagi masyarakat setempat. Tidak hanya akses ekonomi, namun juga akses pendidikan. Anak-anak sekolah setiap hari lewat jalan ini. Kalau dibiarkan bisa bahaya,” ungkap Asip, di sela-sela peninjauan lokasi, Sabtu sore (2/12) kemarin.

Kepala Desa Pantirejo, Hamka menuturkan, jembatan yang telah berdiri sejak 1921 ini menghubungkan beberapa desa. Di antaranya, Desa Pantirejo, Desa Sidosari Kecama tan Kesesi, Desa Bulaksari dan Desa Kwigaran Kecamatan Sragi.

Disebutkan, akibat longsor di depan pintu masuk jembatan, masyarakat terpaksa mengambil alternatif jalan lain dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Warga terpaksa memutar lewat jembatan yang dekat balai desa. Lebih jauh 1 kilometer dibanding lewat sini. Kalau lewat sini dekat, cuma lima menit sampai,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini terjadi dua minggu lalu. Tepatnya hari Minggu malam. Pada saat itu hujan deras turun. “Karena diguyur hujan, jembatan tua ini longsor. Jembatan ini sudah dibangun sejak zaman Belanda,” terang Hamka.

Masyarakat berharap, jembatan peninggalan kolonial itu dapat segera diperbaiki sehingga bisa kembali dilalui masyarakat. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Sumber: Google News | Warta 24 Pekalongan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »