WARTA 24 JATENG

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Jaringan Komunikasi Desa Lamongan adakan Sekolah Kaderisasi ...

Posted by On 20.08

Jaringan Komunikasi Desa Lamongan adakan Sekolah Kaderisasi ...

Peserta Sekolah Kaderisasi yang diadakan oleh Jaringan Komunikasi (Jarkom Desa) Kabupaten Lamongan yang diadakan di Laren Lamongan. Foto: Omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Desa menjadi ujung tombak pembangunan Indonesia. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya mendorong ekonomi desa dengan penyaluran Dana Desa dan program pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Tujuan BUMDes seperti dalam Permendesa PDT dan Transmigrasi No. 4 tahun 2015 adalah, meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa.

Selain itu juga mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga, mencipt akan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan asli desa.

Jaringan Komunikasi Desa (Jarkom Desa) Kabupaten Lamongan mengadakan Sekolah kaderisasi dengan tema “Metode Asistensi Bumdesa” yang diselenggarakan pada hari Jum’at (22/12/2017) di sebuah Aula di Laren Lamongan. Acara yang juga dihadiri oleh ketua umum Jarkomdesa Nasional yang sekaligus dikenal sebagai guru desa Bapak Anom Surya Putra.

Dalam kesempatan itu, Anom Surya Putra menjelaskan untuk pendirian sebuah BUM Desa harus berorientasi pada kepemilikan bersama (pemerintah desa dan masyarakat), tidak hanya memberikan manfaat finansial (pajak, pendapatan asli desa) tetapi juga manfaat ekonomi secara luas (lapangan kerja, ekonomi berkelanjutan, dll). Organisasi ekonomi perdesaan menjadi bagian penting sekaligus masih menjadi titik lemah dalam rangka mendukung penguatan ekonomi perdesaan.

Oleh karenanya diperlukan upaya sistematis untuk mendorong organisasi ini agar mampu mengelola aset ekonomi strategis di desa sekaligus mengembangkan jaringan ekonomi demi meningkatkan daya saing ekonomi perdesaan.

Dalam konteks demikian, BUMDes pada dasarnya merupakan bentuk konsolidasi atau penguatan terhadap lembaga-lembaga ekonomi desa.

Beberapa agenda yang bisa dilakukan antara lain; pengembangan kemampuan SDM sehingga mampu memberikan nilai tambah dalam pengelolaan aset ekonomi desa, mengintegrasikan produk-produk ekonomi perdesaan sehingga memiliki posisi nilai tawar baik dalam jaringan pasar, mewujudkan skala ekonomi kompetitif terhadap usaha ekonomi yang dikembangkan, menguatkan kelembagaan ekonomi desa, mengembangkan unsur pendukung seperti perkreditan mikro, informasi pasar, dukungan teknologi dan manajemen, prasarana ekonomi dan jaringan komunikasi maupun dukungan pembinaan dan regulasi.

Acara yang diikuti oleh 54 kader desa perwakilan setiap kecamatan di seluruh Kabupaten Lamongan ini berjalan dengan penuh keakraban. Ketua Jarkom Desa Kabupaten Lamongan Affan Zubaidi mengatakan “kaderisasi ini sangat penting untuk kepentingan masyarakat desa, agar setiap desa kemudian berlomba mengembangkan desanya melalui BUMDes”.

Lebih lanjut Affan dalam proses pendirian BUMDes, setelah melakukan pemetaan desa masih ada hal yang perlu untuk dipertimbangkan terkait pembentukan BUMDes, salah satunya adalah jeis usaha apa yang akan digeluti nantinya. Ada banyak sekali jenis usaha yang dapat digeluti oleh BUMDes, karena tidak ada pembatasan mengenai jenis usaha apa saja yang bisa digeluti, semua tergantung pada potensi apa yang dimiliki oleh masing-masing Desa.

Sementara itu Ketua Lakpesdam NU Cabang Lamongan Mahrus Ali, S.Hum yang juga sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut menjelaskan, beberapa pilihan jeni s usaha yang dapat dilakukan oleh BUMDes meliputi; wisata Desa, pasar Desa, sampah, perdagangan, jasa, air Minum, simpan Pinjam, pertanian, kerajinan dan persewaan. Saat ini desa wisata menjadi pilihan yang cukup populer bagi beberapa BUMDes, terutama desa-desa yang memiliki keunggulan alam atau yang masih jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Disisi lain jenis usaha perdagangan dan persewaan sangat cocok untuk dikembangkan di desa yang jaraknya dekat dari pusat kota, mengingat di daerah perkotaan keberadaan lahan akan sulit ditemui.

Setiap desa memiliki potensi untuk dijadikan komoditas unggulan. Keindahan dan keunikan alam akan menjadi wisata alam. Jika desa tersebut memiliki keunikan tradisi dan budayanya bisa menjadi destinasi wisata budaya. Jika desa tersebut memiliki menu makanan dan minuman khas tradisional yang unik baik dari bahan, rasa dan penyajiannya, bisa dijadikan destinasi wisata kuliner desa.

Jika desa tersebut memiliki kerajinan-kerajinan khas nan un ik bisa menjadi destinasi wisata suvenir desa. Atau jika desa tersebut memiliki peninggalan-peninggalan yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi atau situs sejarah/prasejarah bisa menjadi tujuan wisata sejarah desa.

Bahkan jika desa itu memiliki keunggulan hasil bumi atau hasil laut misalnya pertanian, perkebunan, perikanan dan lain-lain (contoh wisata petik apel, petik strawberry, petik tomat, cabai dan sayuran lain). Dunia wisata dalam kekinian banyak mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Apapun bisa dijadikan wisata yang mendatangkan keuntungan ekonomi bagi warga sekitar, asal jeli melihat dan memanfaatkan peluang. (Omdik)

Sumber: Google News | Warta 24 Lamongan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »