WARTA 24 JATENG

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ariyanti: Perempuan Pembela ABK WNI Korban Penyiksaan di ...

Posted by On 21.12

Ariyanti: Perempuan Pembela ABK WNI Korban Penyiksaan di ...

Suara.com - Sepuluh tahun lebih Aryanti membuka pintu restorannya di Spanyol untuk para anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang mengalami penyiksaan dan masalah ketenagakerjaan. Para ABK gratis makan di restoran Aryanti, karena mereka kelaparan dan tak punya uang.

Aryanti melakukan ‘pertolongan pertama’ kepada para ABK itu. Selanjutnya perempuan kelahiran Surakarta, 11 Maret 1979 itu menjadi orang yang paling di depan membela para TKI yang bekerja sebagai nelayan di kapal tangkap milik Taiwan, Cina, Portugal dan Jepang. Perwalikan pemerintah Indonesia di Spanyol seharusnya melakukan inisiatif seperti Aryanti.

Setelah 13 tahun Aryanti berjuang untuk TKI di Spanyol, dia dinobatkan penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2017 sebagai mitra Kedutaan Besar Indonesia di Spanyol yang mempunyai jasa besar dalam perlindungan warga negara Indonesia d i sana.

Ari, begitu sapaan akrabnya, melakukan hal yang tidak biasa sebagai warga Indonesia biasa di Las Palmas, Kota Gran Canaria. Dia bukan aktivis, tapi hanya bermodal ingatan tradisi persaudaraan ‘orang timur’.

Para ABK WNI di Spanyol yang ditolong Peraih Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2017, Ariyanti. (dok pribadi)

“Sebagai WNI yang jauh dari keluarga. Jika mereka sakit, sangat susah berobat karena ada di tengah lautan,” kata Ariyanti saat datang ke Jakarta pekan lalu.

Perempuan asal Solo itu menetap di Spanyol. Suara.com menemui dia setelah menerima Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2017. Kebanyakan berbahasa Jaw a, dia banyak cerita awal mula merantau ke Spanyol dan akhirnya mengenal para ABK WNI korban kekerasan.

Ariyanti orang yang paling dipercaya para ABK WNI untuk bercerita tentang kehidupan tragis menjadi nelayan di kapal asing.

Berikut cerita lengkap Ariyanti:

Bagaimana awalnya Anda sampai tinggal dan menetap di Spanyol?

Saya sudah 18 tahun di Las Palmas, Kota Gran Canaria, Spanyol. Berangkat dari Solo, Jawa Tengah, saya ke sana untuk bekerja sebagai koki di sebuah hotel di pulau itu. Di sana bekerja di bagian memasak. Selama bertahun-tahun dipercaya menjadi kepala dapur karena dinilai bekerja keras tanpa kenal waktu.

Selain bekerja, saya juga kuliah di jurusan politik dan humaniora Universitas Las Palmas de Gran Canaria. Sampai kini, belum lulus. Saya juga kuliah bahasa Spanyol di universitas yang sama, dan sudah lulus. Jika mau jadi guru bahasa Spanyol di Indonesia, sudah bisa.

Grammer bahasa Spanyol berbeda, lebih sulit. Bahkan dibanding bahasa Inggris.

Ke Las Palmas setelah lulus kuliah bahasa Jepang dari Akademi Bahasa Asing Yogyakarta (ABAYo). Selama kuliah itu juga bekerja sebagai koki di restoran di Yogyakara. Pada satu hari ada peluang untuk bekerja di restoran di Las Palmas. Dan akhirnya berangkat ke sana untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Berapa jumlah bahasa yang Anda kuasai?

Tiga bahasa asing, Jepang, Spanyol, dan Inggris. Lalu termasuk bahasa Indonesia dan Jawa. Lama di sana, saya malah lebih fasih bahasa Jawa. Karena berkomunikasi dengan WNI di sana dengan bahasa Jawa.

Lalu Anda mengenal anak buah kapal (ABK) di sana….

Dari sana bekerja di restoran itu, saya banyak kenal dengan anak buah kapal WNI yang bekerja di sana sebagai pencari ikan. Pertemuan dengan mereka terjadi di jalan-jalan atau juga saat mereka makan di restoran tempat saya bekerja.

Saya menganggap mereka saudara sendiri karena sa ma-sama sebagai WNI. Lalu banyak masalah yang mereka ceritakan. Kalau mereka ada masalah, tidak ada yang menangani.

Peraih Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2017, Ariyanti. (dok pribadi)

Pertama kenal dan mendengar keluhan mereka, rasaya seperti merasakan sendiri. Sebagai WNI yang jauh dari keluarga. Jika mereka sakit, sangat susah berobat karena ada di tengah lautan. Bahkan kalau mereka meninggal, jenazahnya akan dibuang ke lautan.

Cerita itu, jauh dari anggapan masyarakat Indonesia yang mengira bekerja sebagai TKI di Spanyol itu enak.

Apa permaslahan yang para ABK WNI hadapi?

Masalah utama soal gaji. Selain itu fasilitas yang ada di kapal pun bermasalah.

Fasilitas untuk pekerja itu jadi isu yang penting, seperti tunjangan makan. Mereka makan sehari sekali dengan nasi, tomat dan garam. Bagaimana kalau setahun seperti itu?

Kebersihan fasilitas untuk ABK sangat memprihatinkan, sangat kotor. Soal kesehatan, kalau ABK yang sakit tidak sampai kejang-kejang, tidak akan diberikan obat.

Itu terjadi banyak di kapal, terutama di kapal milik Taiwan dan Cina. Tapi beda lagi fasilitas yang diberikan dari kapal Jepang, fasilitas di sana bagus dan dan ada bonus besar di luar gaji untuk pekerja. Tapi banyak yang mengeluh gaji yang kecil di kapal pencari ikan milik Jepang.

Kemarin ada kejadian, ada ABK WNI sakit di tengah lautan Atlantik. Dia tidak bisa nafas, untungnya kapten kapalnya sigap. Jauh sebelum peristiwa itu, saat kapal itu bersandar ke Las Palmas, saya datangi kapten itu dan bicara, “kalau ada orang Indonesia yang sakit, kamu tanggungjawab.”

Saya bukannya mengancam, tapi memang harus seperti itu.

Apa yang melatarbelakangi Anda ikut mengadvokasi mereka?

WNI yang bekerja sebagai ABK kapal pe ncari ikan di Spanyol sangat dilecehkan, mereka terancam dan disepelekan

Mengapa orang Indonesia di sana disepelekan?

Orang Indonesia yang bekerja di sana ketakutan.

Mereka tidak melakukan apa-apa jika disiksa dan dapat diskriminasi. Mereka pun takut untuk memutus hubungan kerja. Kalau memutus perjanjian, akan dapat denda pinalti. Nilai pinalti itu sampai Rp20 juta.

Para ABK WNI di Spanyol yang ditolong Peraih Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2017, Ariyanti. (dok pribadi)

Sejak kapan mengadvokasi itu?

Sudah 13 tahun saya melakukan pembelaan kepada mereka. Sampai kini saya punya 30 kg lembaran kontrak kerja ABK WNI yang bermasalah di sana. ABK WNI berstatus pekerja resmi, tapi banyak kontrak kerja mereka tidak sesua i dengan kenyataan mereka bekerja.

Bahkan perjanjian kontrak kerja berbeda dari agen satu dengan yang lain. Kontrak kerja itu tidak sama dari sisi besaran gaji dan jam kerja. Seharusnya pemerintah menyamaratakan kontrak kerja mereka.

Kontrak kerja mereka diperpanjang setiap 2 tahun sekali. Mereka terpaksa menyetujui kontrak kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Jika tidak setuju, mereka tidak dapat pekerjaan itu. Sementara masih banyak yang mengantre untuk menjadi TKI.

Mereka mencari ikan tuna di Atlantik.

Bayangkan saja, Selama di kontrak itu, selama 2 tahun mereka ada di tengah lautan untuk mencari ikan. Sementara selama 2 tahun itu, hanya 2 kali bersandar ke daratan.

Di sisi lain, fasilitas untuk ABK WNI kapal tempat mereka kerja, sangat tidak layak. Saya pernah bertemu dengan pemilik kapal itu, mereka menyatakan fasilitas semua layak. Tapi khusus untuk orang Indonesia, fasilitas selalu dibatasi.

Khusus untuk orang Indonesia, mau ingin memas ak dan makan pun dibatasi, WNI didiskriminasi. Misal ABK WNI diperbolehkan minum Coca Cola di atas kapal jika sudah bekerja lebih dari 5 tahun.

Saya sangat mengerti keadaan mereka, dan bisa membuktikan keprihatinan mereka. Bertahun-tahun saya bersama mereka tanpa ada yang mendukung dari belakang.

Dari mana Anda mendapatkan ilmu untuk mengadvokasi para ABK WNI yang mendapatkan masalah itu?

Saya mengenal International Transport Workers Federation (ITF) untuk jaringn Eropa. Sejak kenal organisasi itu, saya terus mengikuti kegiatan dan advokasi mereka. Sejak terlibat, saya selalu dipanggil kalau ada ABK WNI yang terkena masalah, bahkan saat saya sedang bekerja. Saya selalu menyempatkan setelah bekerja, bahkan malam hari.

Lalu terus berlanjut seperti itu, saya dipercaya oleh ITF untuk mengadvokasi para ABK WNI yang terkena masalah.

Setelah masuk ITF, Kedutaan Besar Indonesia di sana menjadi tahu dengan gerakan ini. Kedutaan jadi peduli dan mendukung.

Bahkan Kedutaan memberika surat rekomendasi jika saya ingin masuk kapal dan menemui para ABK WNI yang mendapatkan masalah ketenagakerjaan mereka. Sebab sebelum itu, saya selalu disalahkan saat ingin menemui para ABK.

Saya juga membentuk sebuah forum komunikasi WNI di Las Palmas bernama Indonesia Bersatu. Ini untuk berkomukasi dengan WNI di darat. Kebanyakan WNI di Las Palmas bekerja dan sekolah.

Asosiasi ini sudah dibentuk 5 tahun. Ini untuk menyatukan WNI. Jumlah WNI di Las Palmas kurang dari 50 orang.

Apakah Anda menemukan kasus penyiksaan terhadap ABK WNI?

Banyak yang disiksa. Keamanan mereka tidak terjamin. Mereka bekerja 24 jam, bahkan kalau makan pun sambil berdiri.

Saya pernah meminta mereka untuk merekam aksi penyiksaan itu dengan ponsel. Nanti setelah bersandar, saya meminta video itu.

Setelah video itu diberikan, saya sampai menangis melihatnya.

Bagaimana perkembangan kasus peny iksaan itu? Apakah sampai masuk pengadilan?

Sayangnya, kalau kapal sudah bersandar dan ABK WNI itu keluar, sudah ada tidak ada bukti fisik bekas disiksa. Mereka berbulan-bulan di laut, dan penyiksaan dilakukan berbulan-bulan sebelum mereka bersandar.

Kalau kami mau laporan ke otoritas setempat harus punya bukti visum.

Saya pernah memperkarakan penyiksaan itu ke pengadilan karena ada bukti visum. Si pemilik kapal dijatuhi bayar denda 800-1.500 euro. Pemilik kapal tidak dipenjara, kecuali melakukan kriminal di darat.

Selama Anda membela para ABK WNI, apakah pernah ada yang sampai meninggal?

Ada, beberapa. Bahkan ada yang hilang di laut. Sampai sekarang belum ditemukan.

Berapa jumlah ABK WNI yang pernah Anda tolong?

Banyak, saya lupa. Bahkan saya tidak ingat satu persatu.

Belasan tahun Anda melawan, bagaimana situasinya saat ini?

Untuk tahun ini antara kapten kapa l, owner dan agen tenaga kerja sudah sadar dengan aturan. Mereka menerima saya.

Dulu, jika saya datang ke mereka seperti suasana berkelahi.

counter
  • «
  • 1
  • 2
  • »
  • Kemlu: Sedikitnya 102 WNI Terdampak Kebakaran Besar di Malaysia

  • Tak Ada WNI Jadi Korban Ledakan Supermarket di St. Petersburg

  • Tabrak Babi Hutan Jelang Natal, Pelatih Valencia Harus Masuk RS

  • Kalahkan Madrid, 3 Pemain Ini Dapat 'Bonus' Tambahan Libur Natal

  • Permalukan Madrid di "El Clasico", Barcelona Balas Sakit Hati

  • Slank Dinobatkan Sebagai Duta Perlindungan WNI

Sumber: Google News | Warta 24 Surakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »