www.AlvinAdam.com


Warta 24 Jawa Tengah

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sopir Dibius, Truk Dilarikan

Posted by On 18.05

Sopir Dibius, Truk Dilarikan

SLEMAN â€" Jajaran Polres Sleman berhasil meringkus kawanan pencuri truk yang selama ini meresahkan warga. Modus yang digunakan kawanan ini adalah memanfaatkan kelengahan korban. Awalnya para tersangka memesan pasir lalu mengajak bertemu. Dalam pertemuan inilah tersangka memberikan minum mengandung obat bius.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Rony Are Setia menuturkan, kawanan ini terdiri tiga orang BS, 33, AG, 34 dan BR, 35 tahun. Ketiganya memiliki peran masing-masing, mulai dari mengubah fisik truk, membius korban hingga memesan lokasi penurunan pasir.

“Tersangka BS dan BR ditangkp 20 Desember 2017 di Terminal Daleman Wonosari Klaten. Sementara AG ditangkap di Margoyoso Pati Jawa Tengah pada 24 Desember tahun lalu,” jelasnya kemarin (5/1).

Jeda penangkapan dan pencurian tergolong dekat. Awal mula kejadian pada 17 Desember 2017 di dusun Jebresan Kalitirto Berbah Sleman. Seusai membius korban, truk lalu dibawa tersangka AG. Truk nomor polisi AD 1317 UF rencananya akan diganti nomor rangka, mesin, dan fisik.

Guna melengkapi pelarian tersangka BS mencari BPKB kosongan. Alhasil menemukan BPKB dengan nomor polisi B 9506 PYT dari seorang mengaku karyawan PT Multindo Finance. BPKB kosongan ini dibeli dengan harga Rp 35 juta, sementara truk rencana dijual dengan harga Rp 150 juta.“Tersangka BS ini adalah otak yang merencanakan pencurian truk. Selain membeli dokumen BPKB juga membeli obat bius di Sukoharjo. Dia juga yang ke bengkel dan memerintahkan perubahan sejumlah fisik truk,” ujarnya.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana. Ancaman hukuman penjara bagi ketiganya maksimal tujuh tahun. Polisi masih berusaha mendalami adanya kemungkinan kejahatan lainnya. Termasuk melacak keberadaan karyawan penjual BPBK bodong.

Salah satu tersangka AG mengaku terpaksa melakukan tindakan ini. Terlebih dirinya mengaku hanya diajak olah otak pencurian BS. Dalam keseha riannya AG berprofesi sebagai karyawan swasta. Domisili tersangka berasal dari Surakarta, Jawa Tengah.

“Saya ikut melakukan aksi ini karena terdesak kebutuhan ekonomi dan untuk membayar hutang,” ujarnya singkat. (dwi/din/mg1)

Sumber: Google News | Warta 24 Surakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »